Langsung ke konten utama

Pagi, Float, dan Pintu Masuk Alien

Pagi, Float, dan Pintu Masuk Alien

Jakarta, 11 Januari 2016

Suatu masa dalam kehidupan yang telah Tuhan nujumkan pada saya, saya pernah mengidamkan satu malam yang tiba-tiba dan makhluk luar angkasa datang mengetuk pintu jendela. 
Dengan tangan birunya, Ia mengulurkan satu botol minuman berakohol dan kami mabuk bersama, hanya supaya  merasa telah sama-sama berada di luar angkasa~


“engkau dan aku menuju ruang hampa
Tiada sesiapa hanya kita berdua”





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kafka dan Kesedihan yang Keras Kepala

Buku-bukulah yang menemukan sendiri pembacanya, bukan sebaliknya. Sehingga perkara memilih buku, bagi saya barangkali sama halnya dengan memilih nasib; sulit namun dapat diubah, rumit tapi juga indah. Sampai saat ini, saya masih ingat awal perjumpaan dengan Mersault pada mulanya adalah keisengan belaka. Saya dalam kondisi yang sebenarnya tidak begitu tertarik untuk membeli buku. Selain karena faktor ekonomi, alasan lainnya adalah buku-buku di toko buku tersebut biasanya tak banyak yang berubah. Rak-rak populer diisi oleh penulis yang tidak saya sukai. Maka untuk menemukan buku-buku bagus, saya harus lebih telaten. Dan benar saja, saya menemukan Mersault dalam kondisi tergencet diantara novel teenlit! Waktu itu saya masih kuliah disemester awal, saya tidak kenal siapa itu Albert Camus, saya memilih Orang Asing murni karena covernya yang terbilang asal-asalan (kalau tidak dibilang jelek) tapi justru karena itu saya tertarik. Orang Asing adalah novel paling tipis pertama yang say...

Songs that Helped Me Survive 2020

1. A Lady of a Certain Age - The Divine Comedy. 2. Ode To the Mets - The Strokes

Liyan dan Laut